1.9 Envelope

Sound envelope atau sarung suara adalah laju amplitudo suatu suara dari saat dihasilkan hingga memudar. Untuk mengenalkan konsep ini kita menggunakan contoh instrumen senar, sekali lagi sebuah gitar.

Saat gitaris memainkan suatu not, kita mengindera hentakan pertama dari not tersebut hingga not tersebut memudar. Laju amplitudo dari not disebut dengan ADSR envelope (akronim dari kata-kata Attack, Decay, Sustain, dan Release), dan memiliki tingkah laku yang bisa diaplikasikan ke suara dan instrumen manapun.

Deskripsi keempat tahap tersebut lebih jelas:

  1. Attack: amplitudo dengan cepat mencapai nilai tertingginya

  2. Decay: setelah attack, sebagian energi hilang dan amplitudo berkurang

  3. Sustain: amplitudo bertahan pada tingkat yang hampir konstan untuk selang waktu tertentu

  4. Release: amplitudo berkurang secara kontinyu hingga habis

Berikut adalah contoh dari ADSR envelope. Gelombang dari suatu suara dibatasi oleh suatu kurva yang menyelimuti laju amplitudo dan disebut dengan envelope dalam istilah matematika. Gelombang berbentuk simetris, sehingga kita hanya perlu mengambil bagian positif dari grafik.

Gambar 1.19 ADSR envelope

Dalam gambar juga telah dijelaskan bahwa bagian awal dari suara memiliki lebih banyak frekuensi tinggi, yang memudar dengan lebih cepat. Secara umum pada tahap sustain amplitudo dari frekuensi tinggi telah berkurang sedangkan frekuensi rendah masih hadir.

Berikutnya adalah gambar ADSR envelope dari suara gitar:

Gambar 1.20 ADSR envelope dari suara gitar

Seperti yang telah disebutkan, pola ini bisa diaplikasikan ke sebagian besar instrumen musik dan suara pada umumnya. Yang bervariasi adalah seberapa lama setiap tahap berlangsung. Sebagai perbandingan suatu snare drum memiliki tahap attack dan decay yang sangat singkat, sedangkan suatu biola memiliki tahap attack dan decay yang jauh lebih panjang.

Pada umumnya tahap attack-decay adalah tahap yang paling mempengaruhi karakter dari suara. Hal ini juga yang digunakan teknik sintesis suara modern dimana tahap attack-decay merupakan sample asli dari instrumen yang dimainkan dan tahap sustain-release diproduksi secara sintesis. Tujuannya ada dua: pertama untuk membuat instrumen sintetik terdengar sedekat mungkin dengan aslinya, kedua untuk mendapatkan derajat kendali yang lebih besar pada instrumen tersebut. Sebagai contoh simulasi efek vibrato mudah didapatkan dengan suara sintetik sementara susah diproduksi bila menggunakan sample suara asli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s