4.4 Hukum Ohm, Daya, Gaya Elektromotif (Lanjutan)

Ketika komponen elektrik terhubungkan satu sama lain untuk mendapatkan hasil tertentu maka didapatkan rangkaian listrik. Rangkaian listrik dapat dideskripsikan dengan menggunakan simbolisme yang tepat untuk komponen dan kuantitas elektrik yang terlibat. Setiap komponen bereaksi terhadap kuantitas listrik yang merangsangnya sesuai aturan tertentu. Melalui skema elektrik dan formula terkaitnya, kita mendapatkan kendali penuh atas fungsionalitas rangkaian yang terkait. Pada rangkaian contoh berikut kita melihat bagaimana pemberian tegangan pada kedua ujung suatu hambatan menghasilkan arus yang mengalir melaluinya.


Gambar 4.12 Rangkaian sederhana

Sekarang kita melihat beberapa contoh rangkaian sederhana tetapi penting, karena rangkaian yang lebih rumit merupakan perpanjangan dan elaborasi dari contoh-contoh sederhana ini.

Rangkaian seri: pada rangkaian tipe ini semua arus melewati setiap hambatan:


Gambar 4.13 Rangkaian seri

Rangkaian secara keseluruhan memiliki hambatan total sama dengan jumlah setiap hambatan dalam rangkaian.

Persamaan 4.8 Hambatan total rangkaian seri

R_s = R_1 + R_2

R_1 = R_2 \Longrightarrow R_s = 2xR

Kita dapat melihat bagaimana nilai total meningkat ketika hambatan meningkat.

Rangkaian paralel: dalam rangkaian ini, aliran arus terbagi menjadi beberapa bagian yang masing-masing melewati setiap hambatan. Semakin rendah hambatan, semakin besar jumlah arus yang melewatinya:

Gambar 4.14 Rangkaian paralel

Rangkaian secara keseluruhan memiliki hambatan total:

Persamaan 4.9 Hambatan total rangkaian paralel

\frac{1}{R_P} = \frac{1}{R_1} + \frac{1}{R_2}

R_P = \frac{R_1 R_2}{R_1 + R_2}

R_1 = R_2 \Longrightarrow R_P = \frac{R}{2}

Kita dapat melihat bagaimana nilai total berkurang dengan meningkatnya jumlah hambatan

Pembagi tegangan: tipe rangkaian ini digunakan ketika perlu dilakukan pembagian tegangan utama menjadi beberapa tegangan lebih kecil:

Gambar 4.15 Rangkaian pembagi tegangan

Persamaan 4.10 Formula yang menggambar pembagi tegangan

V = V_1 + V_2

V = I(R_1 + R_2)

V_1 = IxR_1

V_2 = IxR_2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s