7.9 Distorsi

Efek distorsi telah mengubah sejarah musik. Kelahiran musik rock banyak dipengaruhi efek ini, yang ditemukan secara tak sengaja sebagai akibat amplifikasi yang salah. Prinsip fungsi efek distorsi sangat mudah. Ketika amplitudo singyal melebihi ambang batas maksimal input suatu amplifier, fenomena saturation atau penjenuhan terjadi. Ini berarti ketika sinyal input di bawah batas ini, amplifier bekerja normal dan mereproduksi gelombang teramplifikasi di outputnya. Namun, ketika sinyal input melebih ambang batas, amplifier telah mencapai limitnya sehingga tidak bisa mengamplifikasi sinyal lebih lanjut. Ini berarti amplifier menyediakan output konstan selama rentang waktu dimana sinyal input berada diatas batas. Ketika sinyal input kembali ke bawah batas, amplifier kembali bekerja normal. Diagram berikut menggambarkan kurva amplifikasi amplifier, dan kerjanya pada input sinusoidal dengan level maksimum yang melampaui ambang batas amplifier.

Gambar 7.9 Efek penjenuhan sebuah sinusoid

Jadi, kita memiliki sinyal yang jenuh pada output. Penjenuhan mengakibatkan variasi mendadak sinyal, yang tidak lagi mengikuti perilaku sinusoidal alamiahnya sehingga sinyal baru mengandung frekuensi baru yang lebih tinggi daripada nada aslinya.

Sinyal kompleks bisa disusun berdasarkan sejumlah sinusoid pada berbagai frekuensi dan fase yang berbeda. Transisi sinyal yang lebih mendadak membutuhkan frekuensi sinusoid lebih banyak untuk mereproduksinya. Jika kita lihat sinusoid jenuh pada diagram, kita bisa melihat beberapa transisi mendadak terjadi sehingga ada penambahan frekuensi baru pada spektrumnya. Adalah frekuensi baru ini yang menghasilkan suara distorsi. Jadi, distorsi dalam bentuknya yang murni didapatkan dengan menaikkan gain level pre-amplifier hingga sebagian sinyal yang mencapai amplifier akhir melampaui batas pre-amplifier-nya. Sebuah Marshall valvular yang bagus menghasilkan suara distorsi yang sangat indah. Bisa juga digunakan, efek simulasi penjenuhan, tetapi kualitas dari efek tidak akan sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s