9.9 Sistem Difusi Suara – Subwoofer, Woofer, Midrange, Tweeter

Dimensi membran sangat mempengaruhi kondisi fungsional loudspeaker. Semakin besar dimensi membran dan massanya, semakin kecil frekuensi resonansinya, sehingga membran besar ideal untuk mereproduksi frekuensi rendah tetapi tidak berguna untuk mereproduksi frekuensi tinggi. Dari pembagian ini muncul sub-pembagian selanjutnya loudspeaker menjadi tiga kategori utama, masing-masing didedikasikan untuk mereproduksi rentang frekuensi tertentu dari spektrum yang dapat didengar.

Woofer adalah jenis loudspeaker yang digunakan untuk reproduksi frekuensi rendah. Membran woofer cenderung besar: semakin besar membran semakin kecil frekuensi resonansinya, sehingga rentang yang bisa direproduksi loudspeaker mencapai frekuensi rendah.

Jelas, semakin besar membran, semakin banyak kuantitas udara yang digetarkan, sehingga semakin besar daya yang dibutuhkan untuk mengumpan loudspeaker secara memadai. Kadang loudspeaker yang diciptakan untuk reproduksi frekuensi sangat rendah (20 – 40 Hz) digunakan. Loudspeaker ini disebut subwoofer. Loudspeaker yang digunakan untuk reproduksi frekuensi pertengahan disebut midrange, yang lebih kecil ukurannya dibandingkan woofer dan memiliki membran yang lebih ringan. Terakhir, untuk reproduksi frekuensi rendah, tweeter digunakan, yang memiliki membran sangat kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s