10.1 Mikrofon Elektrodinamik

Dengan merujuk ke diagram berikut kita akan mendeskripsikan cara kerja mikrofon elektrodinamik.

Gambar 10.1 Skema mikrofon elektrodinamik

Kumparan yang terbuat dari material konduktif dipasang pada diafragma yang menerima gelombang suara sehingga bergetar. Kumparan terletak di dalam medan magnet yang dihasilkan dua magnet, satu didalam kumparan dan satu mengelilingi kumparan. Ketika diafragma bergetar kumparan turut bergetar, sehingga menginterupsi garis medan magnet dan menghasilkan arus di dalam kumparan. Medan magnet menarik elektron dalam kumparan dan mempertahankannya statis; ketika kumparan mulai bergerak elektron tetap diam dalam keadaan statis karena medan magnet, sehingga tercipta arus listrik dalam kumparan. Dengan cara ini sinyal listrik yang dihasilkan memiliki laju yang sama dengan gelombang akustik yang mengenai diafragma.

Dalam diagram berikut kita melihat koneksi dalam mikrofon elektrodinamik (semua mikrofon profesional memiliki konektor female XLR):

Gambar 10.2 Koneksi dalam mikrofon elektrodinamik

Berikut adalah daftar ringkasan karakteristik utama mikrofon elektrodinamik:

Tangguh sehingga sering digunakan untuk live performance dimana penyanyi energetik bisa mengekspresikan tenaga mereka tanpa merusak mikrofon.

Frekuensi resonansi sekitar 2,5 kHz, sehingga mikrofon elektrodinamik ideal untuk reproduksi vokal dan gitar yang akurat.

Mampu menangani tingkat tekanan suara yang sangat tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s