10.13 Teknik Mikrofon Stereo

Teknik-teknik ini bertujuan mereproduksi medan suara stereo, sehingga menggunakan dua atau lebih mikrofon dengan peletakan yang tepat. Teknik-teknik ini dibagi menjadi tiga kelompok: mikrofon koinsiden, mikrofon berdekatan, dan mikrofon berjauhan, masing-masing memiliki karakteristik beserta keunggulan dan kelemahan, sebagai berikut:

10.14.1 Mikrofon koinsiden

Mikrofon koinsiden (coincident microphones) menggunakan dua mikrofon yang diposisikan pada tempat yang sama. Pola ini merekam perbedaan amplitudo tetapi tidak perbedaan fase antara dua mikrofon karena suara tiba pada kedua diafragma pada saat yang bersamaan. Karakteristik tersebut menjadikan teknik ini kompatibel untuk mono sehingga ideal untuk pekerjaan radio dan televisi.

10.14.2 Teknik Blumlein

Dua mikrofon dengan pola polar angka 8 digunakan dan diposisikan seperti dalam diagram:

Gambar 10.15 Teknik Blumlein

Efektivitas teknik stereo ini berdasarkan kehadiran pantulan yang ditangkap lingkaran posterior kedua mikrofon.

Sudut antara dua diafragma ditetapkan pada 90 derajat. Mikrofon pertama menunjuk ke sisi kiri medan suara dan distimulasi pantulan dari sisi kanan. Hal yang sebaliknya terjadi dengan mikrofon 2. Teknik ini efektif di lingkungan dengan akustik yang bagus, dimana kehadiran pantulan menjadi faktor penentu dalam pewarnaan suara. Pada mixer, kedua suara dipertahankan terpisah dan dialirkan langsung ke output.

10.14.3 Teknik XY

Teknik ini melibatkan dua mikrofon kondenser dengan pola polar kardioid pada sudut antara 90 hingga 110 derajat (sudut yang lebih besar dapat menghasilkan lubang di medan suara stereo).

Gambar 10.16 Teknik XY

Pada mixer kedua sinyal dipertahankan terpisah dan dialirkan langsung ke output.

10.14.4 Teknik MS – Mid Side

Teknik ini melibatkan dua mikrofon, satu dengan pola polar kardioid dan satu angka 8, diposisikan seperti berikut:

10.17 Teknik Mid Side

Mikrofon kardioid mereproduksi sinyal yang datang dari depan, sementara angka 8 mereproduksi sinyal dari sisi-sisi. Untuk membaca sandi sinyal di mixer, skema berikut digunakan:

Gambar 10.18 Membaca sandi sinyal Mid Side

Sinyal tengah direproduksi persis apa adanya, sementara sinyal dari mikrofon angka 8 dipisah menjadi dua. Satu bagian dikirim ke loudspeaker kiri dan satu bagian lagi dibalik fasenya dan dikirim ke loudspeaker kanan, setelah keduanya diatenuasi sebesar 3 dB (untuk mengkompensasi sinyal yang dipisah dua). Kompatibilitas mono dijamin fakta bahwa menggabungkan kedua sinyal, sinyal dari mikrofon angka 8 saling meniadakan.

Amplitudo medan suara dikendalikan oleh kendali panpot yang bekerja pada sinyal kedua sisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s