Monthly Archives: Juni 2011

11.2 Studio Rekaman – Mixer

Mixer (titik C pada skema studio Gambar 11.1) adalah peralatan yang menyatukan berbagai macam sinyal audio dan mengalihkannya ke satu atau lebih tujuan umum. Mixer memiliki serangkaian input yang menerima sumber suara untuk dimanipulasi, dan serangkaian output untuk mengirim sinyal yang sudah dimanipulasi dan disatukan.

Bayangkan mixer 24-input dan sejumlah sinyal audio yang sama. Pekerjaan utama yang menggunakan mixer adalah mencampur sinyal input dan mengirimkannya ke satu stereo output (mixdown). Selain menyatukan sinyal-sinyal, mixer memungkinkan sinyal dimanipulasi satu-satu untuk kebutuhan berbeda dan dikirim ke tujuan berbeda, yang akan dibahas selanjutnya.

Berikut diagram umum mixer:

Diagram Umum Mixer

Gambar 11.3 Diagram umum mixer

Seluruh bab pelajaran ini membutuhkan penerapan praktek secara langsung untuk pemahaman yang utuh, sehingga dianjurkan untuk mempelajarinya dengan berinteraksi langsung dengan mixer. Diagram Gambar 11.3 akan menjadi referensi, untuk menunjukkan semua fungsi dasar mixer.

3 bagian utama yang perlu diperhatikan: channels, groups, dan master section.

Iklan

11.1 Studio Rekaman – Garis Besar Studio Rekaman

Studio rekaman menyatukan berbagai macam peralatan canggih yang ditujukan untuk menciptakan musik. Dalam studio rekaman, kita menemukan semua yang dibutuhkan untuk merekam suara, memanipulasinya, dan memadukannya. Garis besar berikut dapat dianggap sebagai kemungkinan konfigurasi standar sebagai referensi teoretis; setiap studio memiliki karakteristik dan peralatannya masing-masing sebagai hasil selera pribadi yang hasil yang ingin dicapai.

Diagram berikut menunjukkan garis besar skema studio rekaman:

Garis Besar Studio Rekaman

Gambar 11.1 Garis besar studio rekaman

Diagram ini adalah referensi untuk keseluruhan bab ini.

Hal pertama yang kita perhatikan adalah 2 ruangan: ruangan rekaman (dimana perekaman suara terjadi) dan ruang kontrol (dimana suara ditangani dan dimanipulasi). Ruang rekaman memiliki akustik yang memperkaya suara yang dihasilkan. Saat rekaman, musisi diatur sedemikian sehingga berada di posisi ideal dari segi akustik, yang diputuskan oleh sound engineer berdasarkan hasil yang dituju. Ruang rekaman memiliki serangkaian koneksi (titik B di skema garis besar studio) yang mengangkut semua sinyal dari dan menuju ke ruang kontrol. Rangkaian koneksi dalam ruang rekaman bisa sebagai berikut:

Koneksi

Gambar 11.2 Koneksi

Koneksi pada barisan pertama terdiri dari serangkaian XLR female yang dihubungkan ke input mikrofon pada mixer (misal 24-input). Barisan kedua terdiri dari konektor mono jack ¼ inci yang dihubungkan ke line input mixer. Tersedia juga dua koneksi untuk headphone, karena mixer bisa menghasilkan dua mix yang mandiri untuk musisi (contoh: satu mix untuk drummer yang butuh suara bass jelas, dan satetu mix untuk semua musisi lainnya dengan drums dan bass rendah sehingga melodi lebih jelas). Koneksi MIDI bisa juga digunakan sehingga instrumen bisa dikendalikan dengan protokol MIDI langsung dari ruang kontrol.

Berikutnya kita lihat berbagai fasilitas yang hadir di ruang kontrol.

11. Studio Rekaman – Pendahuluan

Bab ini melihat secara detail peralatan yang digunakan dalam studio rekaman dan cara kerjanya. Butuh banyak latihan untuk membiasakan diri dengan teknik rekaman. Bab ini menganalisis secara detail semua aspek utama yang terlibat dalam studio rekaman dan proses rekaman. Namun, untuk menjadi sound engineer yang ahli, teori dan praktek harus dilakukan serentak, sehingga teori yang dipelajari harus dipraktekkan di dalam studio rekaman sesering mungkin.