Tag Archives: beating

2.4 Beatings

Ketika kita mendengar dua suara dengan frekuensi yang sedikit berbeda, kita mempersepsi suatu suara ekstra. Suara ini mirip dengan kedua sumber suara tetapi kita juga bisa mendengar suatu irama (atau beat) yang lajunya ditentukan oleh frekuensi kedua suara. Bila dua frekuensi ini terlalu jauh berbeda, otak kita tidak lagi mempersepsi irama ini. Hal ini karena untuk mempersepsi kedua suara sebagai beating atau irama, keduanya harus menstimulasi grup rambut yang menempati critical band yang sama. Frekuensi irama sama dengan jumlah kali kedua sinusoid dalam keseragaman fase dan kesenjangan fase. Sebagai contoh, dua frekuensi 400 Hz dan 405 Hz menghasilkan osilasi yang baru sehingga kita mendengar irama.

Gambar 2.2 Jumlah dua sinusoid 400 Hz dan 405 Hz

Iklan

2.3 Persepsi Suara Oleh Otak

Tanpa berbicara terlalu filosofis, untuk mudahnya dapat dikatakan persepi suara adalah perihal yang subjektif, sama seperti persepsi realitas secara keseluruhan. Suara secara diri sendirinya adalah suara, tetapi persepsi kita akan suara bervariasi, mengingat kebergantungannya terhadap variabel tak terhitung, antara lain: posisi kita terhadap suara, kondisi alat pendengaran kita, dan terutama bagaimana otak kita menginterpretasikan suara.

Sama seperti penglihatan memiliki persepsi yang terbatas akan cahaya, pendengaran juga hanya mampu mengindera sebagian dari gelombang akustik yang mengelilingi kita sehingga memberikan kita pengalaman audio yang parsial. Gelombang yang diterima lebih dibuat rumit oleh otak yang menginterpretasikan suara yang harus diprosesnya. Kita akan mendeskripsikan tingkah laku suara dari sudut pandang persepsi dan mendemonstrasikan bagaimana kondisi tertentu kemampuan interpretatif otak beraksi dan menginterpretasi realita alih-alih mereproduksinya secara akurat. Contoh yang baik diberikan dalam bahasan berikut yaitu beatings.