Tag Archives: pitch shifter

7.6 Pitch Shifter

Seperti dikatakan sebelumnya, efek ini mampu menambah atau mengurangi tonalitas dari sinyal input. Karakteristik ini bisa digunakan dalam berbagai cara berbeda yang menarik. Sebagai contoh, kita bisa memasang efek ini dengan cara tertentu sehingga not input dinaikkan hingga satu oktaf (modalitas ini terkadang digunakan dalam penampilan solo gitar listrik). Dengan memainkan not yang dikeluarkan dengan delay dan peningkatan (atau pengurangan) tonalitas, berbagai efek yang berbeda dapat diciptakan.

Gambar 7.6 Penggunaan pitch shifter

Gambar (a) diatas menunjukkan kemungkinan dibuatnya efek arpeggio dengan menghasilkan duplikat suara yang di-delay berbarengan dengan peningkatan per step dalam tonalitas. Gambar (b) kita melihat bahwa, dengan tidak mengubah pitch, maka pitch shifter berlaku seperti delay. Dalam gambar (c), kita melihat bagaimana dengan memasang waktu delay pada 0 kita bisa menciptakan chord dengan hanya memainkan satu not.

Iklan

7.4 Flanger

Flanger menambahkan efek phasing dengan cara menambahkan pitch shifter. Dengan kata lain, sebuah rangkaian yang mampu meningkatkan atau mengurangi tonalitas dari sinyal (contoh klasik pitch shift adalah ketika kita mempercepat atau memperlambat laju pita magnetik; pada masa-masa awal, efek ini diciptakan melalui penggunaan alat perekam analog). Sebagai contoh fenomena ini, kita umpamakan sebuah sinusoid pada frekuensi tertentu yang direkam pada pita magnetik. Dengan meningkatkan kecepatan pita kita akan melihat bahwa sinusoid tereproduksi dengan lebih cepat, yang artinya frekuensi sinusoid meningkat. Gambar berikut menunjukkan skema sebuah flanger:

Gambar 7.4 Flanger

Kita dapat melihat bagaimana LFO mempengaruhi modul delay dan pitch shifter.