Tag Archives: polarisasi

6.10 Arus Bias

Frekuensi tinggi mengandung energi lebih sedikit sehingga lebih sulit mempolarisasikan partikel pada pita. Ini terjadi ketika partikel belum bergerak sehingga membutuhkan energi yang lebih besar untuk mengalahkan inersianya agar menggerakkan partikel dari keadaan diam. Solusi terhadap fenomena ini adalah menerapkan energi magnetik pada saat partikel sudah dalam keadaan bergerak sehingga memudahkan polarisasinya. Untuk melakukan ini, kita menambahkan suatu arus bias kepada sinyal yang ingin kita rekam. Arus bias adalah arus dengan kandungan frekuensi tinggi yang melebihi daya dengar telinga manusia dan cukup kuat untuk menggerakkan partikel. Diagram berikut menunjukkan sinusoid dengan penambahan arus bias, dan sinyal yang dihasilkan dikirim ke recording head.

Gambar 6.9 Arus bias

Gambar berikut menunjukkan sudut pandang yang berbeda bagaimana arus bias menggerakkan sinyal suara dan memindahkannya ke zona linear pita.

Gambar 6.10 Arus bias dan karakteristik transfer pita magnetik

Arus bias bisa menjadi solusi yang efisien untuk menghapus pita magnetik. Jika kita menerapkan arus bias menggunakan daya magnet paling kuat (dengan menghindari kejenuhan), partikel pada pita terpolarisasi semuanya sehingga mengeliminasi informasi yang berhubungan dengan magnetisasi sebelumnya.

Iklan

6.3 Kriteria Proyeksi

Kecepatan konstan pita: karakteristik ini penting agar tidak terjadi variasi pada kandungan frekuensi dibandingkan dengan suara aslinya. Jika pita bertambah cepat, variasi polaritas arus terinduksi terjadi lebih cepat sehingga menghasilkan frekuensi lebih tinggi daripada yang terkandung dalam sinyal asli. Jika pita melamban, hal yang sebaliknya terjadi.

Penggunaan level rekaman yang tepat: adalah sangat penting untuk merekam menggunakan level yang cukup tinggi untuk mengatasi suara detaran. Detaran terjadi karena ketika partikel tidak termagnetisasi, mereka tersebar secara acak dan sebagian memiliki arah yang sama meski seharusnya tidak terdapat medan magnet sedikit pun akibat keacakan tersebut. Ini menghasilkan suatu arus yang meskipun kecil tetap terdengar sebagai suara detaran di latarbelakang. Juga penting untuk tidak merekam pada level yang berlebihan agar tidak terjadi distorsi. Distorsi terjadi karena jumlah partikel yang terkandung dalam setiap unit pita terbatas sehingga bila terjadi arus yang berlebihan, jumlah partikel magnetik tidak cukup untuk mereproduksi intensitas yang sama. Dengan kata lain setelah semua partikel terkumpul pada arah yang sama, polarisasi lebih lanjut tidak dapat terjadi sehingga menghasilkan distorsi.

Keketatan konstan pita: ini dibutuhkan untuk memastikan agar pita tidak melebar sehingga karakteristik fisik, dan juga sinyal yang tersimpan, tidak berubah.

Minimisasi gerakan lateral dari pita: gerakan lateral dari pita dapat mengubah secara acak jumlah permukaan yang terpapar kepada head sehingga mengubah kualitas reproduksi.

Minimisasi pemakaian dan keausan pita: beberapa pertimbangan tertentu digunakan dalam pembuatan perekam analog profesional. Sebagai contoh suatu perekam 2-track profesional memiliki:

Tension reel: fungsinya untuk mengkompensasi variasi tegangan pita ketika berjalan.

Guide: mencegah gerakan lateral dari pita.

Tape lifter: digunakan ketika perekam diam (berhenti) atau ketika fast-forward dan rewind.

Capstan

Pinch roller: mempertahankan kecepatan jalan pita se-konstan mungkin.